BATUBARA

Bocah Batu Bara Yang Gantung Diri di Pohon Ternyata Di Bunuh Dua Orang Remaja

BATU BARA, akses.co – Masih ingat kejadian Viral seorang bocah yang gantung diri di pohon sawo, ternyata dibunuh oleh dua orang pemuda yaitu akbar dan Heru Warga Dusun Berdikari, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras.

Setelah diintrogasi, dua tersangka mengakui memang telah membunuh RR, karena menolak memberikan uang Rp 20 ribu. Sebagai barang bukti kejahatan, diamankan 1 batang pelapah kelapa yang digunakan memukul korban, potongan tali tambang, 1 pcs baju dan 1pcs celana korban.

Menurut keterangan kedua pelaku, pembunuhan terjadi Senin (18/1/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Siang itu, kedua pelaku Akbar dan Heru mendatang korban minta uang Rp20 ribu.

Korban yang meminta-minta di pasar menolak memberikan uang.  Tersangka Akbar kemudian mengambil kayu lalu memukul tengkuk belakang korban hingga terkapar di tanah. Setelah terjatuh, tersangka Heru kemudian membekap mulut RR hingga korban tak berdaya.

Dalam kondisi sekarat, Akbar dan Heru mengangkat dan mengantungkan leher korban di salah satu tali tambang yang ada di pohon sawo, sehingga seakan-akan korban tewas karena gantung diri.

Sebelumnya Kapolres menjelaskan, kematian RR (13) terjadi Senin 18 Januari 2021. Keluarga dan warga menemukan bocah ini tewas tergantung di pohon sawo. Keluarga juga mengikhlaskan kematian korban karena bunuh diri.

“Saat itu pihak keluarga sudah menandatangani surat pernyataan ikhlas kalau korban memang bunuh diri di Polsek Medan Deras,”Ungkap Kapolres.

Meskipun demikian, Polsek Medang Deras tetap turun mengamati sekeliling dan mengikuti proses pemandian jenazah di rumah paman korban. Ketika dimandikan di tubuh korban banyak ditemukan luka memar seperti bekas pukul benda keras.

Atas inisiatif Kepolisian Medang Deras dan Polres Batubara, maka tanpa setahu warga jenazah dievakuasi ke RSUP H.Adam Malik untuk dilakukan visum et refertum. Hasilnya, kematian korban disebabkan pukulan benda keras di kepala bagian belakang.

Satreskrim Polsek Medang Deras kemudian kembali membawa jenazah pulang, sekaligus memeriksa saksi-saksi yang melihat korban sebelum meninggal dunia.

Atas petunjuk saksi dan bukti di lapangan, dugaan awal mengarah ke tersangka Akbar dan Heru. Tanpa buang waktu, kedua pelaku langsung diamankan,”Terang Kapolres.

Atas perbuatan kejinya, tersangka Akbar dan Heru dijerat Pasal 76C KUHP dan Pasal 80 ayat (3) dari UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahn 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.