NEWS

Berhasil Tangkap Kurir Sabu, Polresta Deli Serdang Gagal Tangkap Bandar Besar Narkoba di Tembung

Deliserdang, akses.co – Sat Narkoba Polresta Deli Serdang berhasil amankan narkoba jenis sabu sebanyak 1,5 kg dari kurir beriinisial HI di Desa Bandar Khalifah, Kec. Percut Seituan, Deliserdang. Meskipun berhasil menangkap kurir, Polisi gagal menangkap Bandar Besar narkoba yang disebut sebagai pemasok.

Pengungkapan kasus tersebut dipaparkan Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi melalui Kasatres Narkoba Polresta Deliserdang AKP Ginanjar Fitriadi didampingi Wakasatres Narkoba Polresta Deliserdang Iptu Freddy Siagian dan Kanit II Iptu Boyke Barus di Aula Tribrata Mapolresta Deliserdang di Lubukpakam, Jumat (2/10) sore.

Dijelaskan AKP Ginanjar, tersangka berinisial HI 3, warga Desa Bandar Khalifah, diamankan bersama barang bukti sabu sekitar 1,5 kg yang dibungkus plastik transparan dibalut dengan plastik kresek warna hitam pada Senin 28 September 2020 pukul 17.30 WIB di Jl. Menteng VII, Medan.

“Kalau di pasaran berkisar 1,2 miliar, karena dipasaran 1 kilogram berkisar 800 juta,” kata AKP Ginanjar.

AKP Ginanjar mengatakan, penangkapan itu berawal pada saat personel Satresnarkoba Polresta Deliserdang yang melakukan penyelidikan melakukan underover buy, untuk mengungkap kasus.

Melalui telepon dengan bandar, awalnya disepakati harga dan lokasi transaksi di salah satu hotel di Jalinsum Tanjungmorawa.

Selanjutnya, dipindahkan ke Amplas dan akhrinya transaksi dilakukan di Jl. Menteng VII Medan.

Kata AKP Ginanjar, dari keterangan kurir tersebut, tim selanjutnya melakukan pengembangan kasus dan hendak mengamankan bandar yang disebut-sebut berinsial RU berada di Gang Pancasila, Desa Tembung, Percut Seituan.

Namun saat tim bergerak hendak meringkus, bandar sabu sudah kabur dan kini menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Kalau pelaku ini (HI) adalah kurir narkoba jenis sabu. Untuk pasal yang dilanggar pasal 114 ayat 2 sub 112 ayat 2 undang undang 35 tahun 2009. Untuk ancaman hukumannya minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” tegasnya.

“Tersangka HI sudah tiga kali melakukan. Kenal sama Ru ini sudah tiga bulan. Alasannya, jadi kurir mungkin faktor ekonomi karena imbalannya 1,5 juta setiap transaksi,” tandasnya. (Manahan. D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker