SINGKIL

Berawal Dari Ide Kreatif Pemuda, Omset Ekowisata Mangrove Capai Jutaan Rupiah Per Hari

SINGKIL, akses.co – Ekowisata Mangrove yang terletak di Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil saat ini meraih omset dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari.

Ekowisata Mangrove tersebut diawali dari ide brilian sekelompok pemuda setempat.

Ide brilian para pemuda itu kemudian di aplikasikan dalam sebuah gerakan yang pada akhirnya para pemuda itu berhasil menyulap hutan mangrove menjadi sebuah ekowisata mangrove yang saat ini banyak diminati para wisatawan.

Selain wisata itu sangat menarik dengan keindahan alamnya, dana yang dikeluarkan untuk menikmati ekowisata tersebut pun terbilang cukup murah.

Hanya dengan menghabiskan uang saku Rp 10.000, para wisatawan sudah bisa menikmati keindahan alam yang asri itu.

Dana Rp 10.000 itupun sudah termasuk untuk biaya transportasi robin para wisatawan untuk sampai ke titik lokasi yang disediakan.

Saat ditemui awak media, Manager Ekowisata Mangrove, Riskandi, mengatakan bahwa jumlah pengunjung per harinya dari mulai 50 orang hingga capai 200 orang.

“Kalau hari – hari biasa kadang omset kita mencapai Rp 500 Ribu”, Kata dia.

Tapi, sambungnya, kalau pada hari libur, kadang omset Ekowisata mangrove ini bisa capai hingga Rp 2 Juta.

Untuk pekerja, urainya, kita disini mempekerjakan kurang lebih 25 orang pemuda yang ditempatkan diberbagai bidang.

Dana bantaun untuk kita ciptakan ekowisata ini, tambahnya, dari kementerian ada sekitar Rp 1,1 Miliar dan juga dana dari BUMK untuk rehab.

Selain itu, Samsudin, salah satu pengunjung Ekowisata Mangrove tersebut mengatakan sangat menikmati keindahan alam yang ada di lokasi wisata mangrove itu.

“Awalnya kami tidak tahu, tapi karena ada salah satu warga yang mengenalkan melalui media sosial jadi kami berkunjung kesini”, kata dia.

Selain wisata ini cukup indah, sambungnya, juga para pekerjanya atau penerima tamu sangat ramah.

Selain itu, tambahnya lagi, biayanya sangat murah yaitu Rp 10 Ribu sudah dengan biaya transportasi antar jemput.

“Harapan kami sebagai pengunjung diaini, wisata ini nantinya dapat di kenal bukan hanya di lokal saja, tapi juga luar daerah bahkan mancanegara”, tutupnya. (S.Munthe)



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.