ADVERTORIAL

Bantuan Covid Pemko Medan Tidak Merata, Emak-emak di Sukaramai Ngadu ke Bobby – Aulia

MEDAN, akses.co – Puluhan emak-emak di Kel. Sukaramai I, Medan Area, mengeluh karena minimnya bantuan Pemko Medan dimasa pandemi Covid. Guru ngaji di Madrasah nyaris kehilangan pekerjaan dan butuh perhatian.

Hal itu disampaikan puluhan emak-emak ke tim Medan Berkah Paslon Walikota Medan, Bobby Nasution – Aulia Rahman, saat bersilaturahmi menyerap aspirasi ke warga Sukaramai, Selasa (13/10).

Juru bicara tim Medan Berkah, Sugiat Santoso, SE. MSP, mengaku ditugasi Bobby Nasution untuk blusukan ke tiap sudut pemukiman warga agar mendengar langsung apa yang jadi keluhan warga selama ini.

Katanya, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang padat, Pak Bobby, Pak Aulia Rahman dan tim lainnya terpaksa bepencar bagi tugas untuk blusukan ke tiap daerah yang berbeda.

Di Sukaramai katanya, banyak sekali warga yang mengeluh karena tidak dapat bantuan Covid dari Pemko Medan, padahal saat Pak Akhyar menjabat Plt. Walikota Medan, beliau menganggarkan 500 Miliar untuk penanganan Covid.

“500 Miliar itu kan termasuk didalamnya anggaran Jaring Pengaman Sosial berupa bantuan sembako ke warga. Jika ada warga yang belum dapat, lalu dibagi-bagi kemana anggaran sebesar itu,” heran Sugiat.

Katanya, tadi juga ada Guru Madrasah yang protes soal sulitnya kehidupan guru mengaji Madrasah, terlebih saat pandemi begini.

Menurut Sugiat, wajar banyak guru ngaji di Madrasah yang ekonominya sulit karena penghasilannya tak lebih dari Rp300 ribu. “Bagaimana mau memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan penghasilan 300 ribu. Apa lagi saat begini, banyak madrasah yang tutup karena Covid,” kata Sugiat.

Terkait hal itu, Sugiat menilai bahwa sesungguhnya sudah ada Perda Kota Medan yang mengatur bahwa setiap anak yang beragama Islam, yang hendak lanjut ke SMP, harus punya ijaza Madrasah.

“Jika Perda itu dijalankan oleh Pak Akhyar, pasti madrasah-madrasah kita penuh, dan anak kita akan dididik jadi generasi yang qurani. Jika sudah ramai yang mengaji, maka sejahterah lah guru-guru mengaji kita. Tapi faktanya kan tidak, Perda itu sengaja tidak dijalankan, dan imbasnya ke anak-anak dan guru ngaji,” kata Sugiat.

Menurut Sugiat problem yang disampaikan emak-emak ini akan langsung diteruskannya ke Bobby Nasution agar jadi catatan penting dan segera dijalankan saat diamanahkan nanti.

Sugiat mengucapkan terima kasih banyak atas antusias yang diberikan masyarakat terhadap Paslon Bobby Nasution – Aulia Rahman. Sugiat berharap agar masyarakat hadir berbondong-bondong penuhi TPS ditempat tinggal masing-masing untuk mencoblos Paslon no urut 02, Bobby Nasution – Aulia Rahman. (ggs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker