NEWS

Audiensi DPD ANKM-I Batu Bara Ke DPRD ,Miris Perhatian Terhadap Nelayan

Batu Bara,akses.co- Perwakilan DPD ANKM Batubara diterima beraudiensi di DPRD Batu Bara, Audiensi tersebut berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Batu Bara ruang rapat umum dan di terima oleh Komisi 2, . Hadir di agenda audiensi tersebut yaitu Ketua Komisi 2 (Ali Hatta) beserta Anggota (Mukhsin, Ajijul Mukahar, Unsur dinas perikanan yaitu Plt Kepala Dinas Perikanan (Anthoni), Kabid Perikanan (Azmi) dan tentunya perwakilan DPD ANKM Batu Bara yaitu Ketua DPP (Rahman Gafiqi, S.H), Ketua DPD (Adi Supratman) beserta sekretaris DPD (Adam Malik) dan anggota sebanyak 12 Peserta beserta wartawan.14/8/2020

Sebelumnya, DPD ANKM Batu Bara telah memasukkan surat audiensi Terkait tentang konflik Horizontal antar nelayan yang telah terjadi antara Nelayan Batubara dan Nelayan Serdang Bedagai. Konflik tersebut Berupa Pengrusakan, Pembakaran dan Kriminalisasi Yang telah dilakukan oleh nelayan asal sialang buah, Kabupaten serdang bedagai.

Adam malik selaku sekretaris DPD ANKM  Batu Bara mengatakan bahwa audiensi ini sifatnya urgen dan tidak bisa ditunda karena ini berkaitan dengan perlindungan nelayan yang ada di Batu Bara. “Benar, bahwa audiensi ini adalah bentuk tindak lanjut Komisi atas surat yang telah dua kali kami layangkan, artinya bahwa ini mendesak, karena kemarin 1 minggu yang lalu terjadi lagi tindakan propokatif baik dari nelayan sialang buah maupun pihak kepolisian dengan menangkap salah satu Anggota dan keluarga ANKM indonesia sendiri” Ucap Adam.

Dalam audiensi yang langsung di buka oleh Ketua Komisi 2 (Ali Hatta) dalam kesempatannya langsung memberi waktu kepada ANKM untuk menyampaikan persoalan yang melatarbelakangi Audiensi “maka dari itu, rapat kita buka dan sebagai pihak pemohon audiensi kami persilahkan ANKM untuk menjelaskan soal yang harus di bahas”. Ungkap Ali Hatta.

Adam Malik mengawali penyampaian dalam audiensi terkait masalah Pembakaran, Penganiayaan dan persoalan penangkapan yang terjadi di serdang bedagai ” sejatinya bahwa pembakaran, penganiayaan dan kriminalisasi yang dilakukan oleh nelayan serdang bedagai yang mengkategorikan diri mereka adalah nelayan yang benar justru ini adalah hal yang salah dalam hirarki hukum, dimana aksi main hakim sendiri telah menciderai Undang-undang, dan merampas Hak Asasi Manusia Seseorang”. Kata Adam.

Disisi lain ketua komisi  2 Ali Hatta terlihat terus menulis dan mendengar notulen dan poin-poin yang disampaikan oleh DPD ANKM perihal konflik nelayan. Setelah mempersilahkan ANKM menyampaikan substansif audiensi tersebut.

Begitu juga dengan penangkapan yang dilakukan oleh POLAIR Sergai terhadap nelayan pukat kecil modern ini penuh dengan misteri dan perlu adanya sinkronisasi terhadap persoalan nelayan kecil modern ini.

“Kita tidak terima ini terus terjadi, sehingga konflik horizontal semangkin kontras dan terus berkepanjangan, untuk itu, dalam kesempatan audiensi ini mohon Komisi 2 mampu menjembatani konflik nelayan melalui Koordinasi dengan DPRD, Bupati, dinas perikanan dan Polair Serdang bedagai agar dapat solusinya”. Tegas Adam di dalam RDP .(FMN)

Comments
To Top