ADVERTORIAL

Ampera Desak DPRD Bentuk Tim Pansus Dana Bos Afirmasi Dinas Pendidikan Batubara

BATU BARA, akses.co – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Batubara (AMPERA) tak henti-hentinya mengusut dugaan korupsi yang ada di Dinas Pendidikan Batubara. Hal ini diketahui saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPRD Batubara dengan Dinas Pendidikan yang sebelumnya sempat tertunda karena tidak hadirnya Kepala Dinas Pendidikan pada 22 September lalu.

“Ampera menilai, perlu adanya Tim Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab di Dinas Pendidikan,” kata Syahnan Afriansyah selaku Korlap AMPERA didampingi A. Fatih Sultan Koraksi AMPERA saat RDP bersama Dinas Pendidikan diruang Komisis III DPRD Batubara. Selasa, (6/10)

Sebelumnya, Ahmad Fatih Sultan, Koordinator Aksi Ampera menyayangkan DPRD Komisi III tidak memberitahu jadwal RDP kepada Ampera, yang jauh-jauh hari sudah di janjikan akan melaksanakan RDP dengan pihak Dinas Pendidikan.

“Sampai pada akhirnya kami mengetahui dengan sendirinya, ada RDP yang dilakukan Komisis III DPRD Batubara secara tertutup bersama Dinas Pendidikan. Sehingga pada akhirnya kami inisiatif untuk datang ke kantor DPRD, setelah lebih kurang satu jam lamanya mereka melangsungkan RDP tersebut,” bebernya.

Lebih lanjut ditegaskannya, meskipun AMPERA Walk Out, itu semua adalah bentuk kekecewaan terhadap tidak proaktif nya DPRD dalam memberikan Informasi mengenai RDP yang sebelumnya berjanji akan menghubungi perwakilan AMPERA apabila ada RDP bersama Dinas Pendidikan Batubara.

Ia juga menyayangkan, Kepala Dinas Pendidikan terkesan buang badan pada kasus dugaan Penyelewengan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja 2019.

“Dengan statmen beliau yang terkesan buang bola ini, Kepala Dinas Pendidikan sendiri sepertinya sudah menunjukkan tidak kompeten dan tidak profesionalnya Ilyas Sitorus dalam memimpin Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya mengenai adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) terhadap pelaksanaan UKG, Kepala Dinas Pendidikan Ilyas Sitorus mengatakan bahwa tidak begitu mengetahui atas isu-isu yang beredar ini.

“Kalau ada yang ngutip-ngutip besok jadi staf ini ‘sembari menunjuk pihak Disdik yang ikut berhadir’ ada yang Nibung hangus ada Tanjung Prapat kita siksa dia ini jadi staf di SD/SMP,” kelanya.

Pada RDP tersebut Kadisdik Ilyas Sitorus juga membeberkan langkah-langkah untuk memberikan efek jerah kepada jajarannya apabila ketahuan melakukan pengutipan tersebut.

Sebelumnya, RDP tersebut, diawali dengan pertanyaan DPRD komisi III yang di lontarkan kepada Dinas Pendidikan Batubara.

Dalam pertanyaan itu, Kepala Dinas Pendidikan berusaha menjawab Semua pertanyaan yang dilemparkan oleh pihak Komisi III yang di sampaikan Amat Muktas selaku Ketua Komisi III DPRD Batubara.

Berdasarkan pantauan wartawan, AMPERA diberikan waktu untuk menyanggah jawaban Kepala Dinas Pendidikan Batubara, yang sampai pada akhirnya AMPERA walk out dan meminta DPRD segera merekomendasikan Kadisdik Ilyas Sitorus untuk segera diganti.

Karena dianggap Bupati Batubara telah salah memilih beliau sebagai orang yang berkompeten dalam memperbaiki DuniaPendidikan di Kabupaten Batubara.

Saat keluar dari ruangan Komisi III Syahnan mengatakan kepada awak media yang meminta konfirmasinya bahwa Besok Ampera akan berunjuk rasa lagi. (AK-47)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker