BATUBARA

Aksi Diselesaikan Dengan Mediasi Antar Masyarakat Peternak Lembu Dengan PT. KG, Begini Persoalannya

BATU BARA, akses.co – Camat Datok Lima Puluh beserta Kapolsek panggil Pihak PT. Kwala Gunung dan masyarakat warga Dusun II Titi Putih Desa Empat Negeri yang didampingi Anggota DPRD Dapil I untuk bermediasi menyelesaikan pertikaian antar Peternak Lembu dan pihak Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit.

Mediasi tersebut digelar di Aula Kantor Camat Kecamatan Datok Lima Puluh Kabupaten Batubara. Selasa, (30/032021) yang dihadiri Anggota DPRD Batubara Fraksi PKS Citra Muliadi Bangun, Kapolsek Lima Puluh AKP Rusdi, SH, MM, Camat Datuk Lima Puluh Elwadiv Zamzami, S.STP, Kades Empat Negeri Suminah, KTU PT. KG Fredi Situmeang, Kepala Security PT. KG, dan sejumlah warga Desa Empat Negeri.

Sebelumnya, puluhan warga Dusun II Titi Putih Desa Empat Negeri sempat merasa emosi karena ternak mereka terancam mati kelaparan, akibat rumput di areal perkebunan itu diduga diracun total oleh pihak PT. Kwala Gunung. Warga yang emosi langsung memblokade jalan dengan menggali batas jalan Desa dengan PT. Kwala Gunung.

Fitri (30) warga Desa Empat Negeri mengaku geram sebab sebelnya pada Senin, 29/3/2021 lalu, warga dengan pihak PT. KG telah sepakat untuk tidak meracun rumput sementara waktu ini. Namun nyatanya pada hari selanjutnya pihak PT. KG kembali meracun rumput tersebut.

“Kalau rumput semua diracun, lembu kami mau makan apa?, jadi biar adil ya sudah kami galilah jalan pembatas ini. Kami gak minta apa-apa kok pak, kami hanya butuh rumput,” ungkapnya dengan lantang.

Selanjutnya utusan pihak PT. KG langsung turun ke lokasi untuk menemui warga yang melakukan aksi protes tersebut.

Dengan disaksikan personil Koramil 03/Lima Puluh dan personil Polsek Lima Puluh yang sedang berjaga, para warga dan pihak PT. KG sepakat untuk dilakukan mediasi di Kantor Camat Datuk Lima Puluh.

Pantauan wartawan, sempat terjadi perdebatan antara kedua belah pihak, namun dapat didinginkan dengan memberikan ide dan gagasan oleh Anggota DPRD Batubara Fraksi PKS Citra Muliadi Bangun, Kapolsek Lima Puluh AKP Rusdi, SH, MM, dan Camat Datuk Lima Puluh Elwadiv Zamzami, S.STP yang pada akhirnya menemukan solusi dan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Diakhir mediasi Camat Datuk Lima Puluh Elwadiv Zamzami, S.STP berharap dengan adanya kesepakatan tersebut, hal yang senada tidak akan terulang lagi, dan kedepannya tidak ada keributan di kemudian harinya, diharapkan pula pihak Peternak dan Perkebunan saling menjaga.

Adapun hasil dari mediasi yang disepakati hitam diatas putih oleh kedua belah pihak ini yakni, pihak perkebunan mengizinkan Blok R, S, T, dan sebagian blok Z sekira 5 hektar untuk digunakan warga menggembala ternak.

Kemudian pihak perkebunan memperbolehkan masyarakat mengarit rumput dengan memakai kartu izin mengarit dari perusahaan dengan waktu yang ditentukan (13.00 – 17.00 Wib), dan selanjutnya pihak Perkebunan memperbolehkan para peternak untuk tanam rumput gajah di pinggir bekoan PT. Kwala Gunung.

Menanggapi pertikaian tersebut, Anggota DPRD Batubara Fraksi PKS Citra Muliadi Bangun mengharapkan agar konflik yang sama tidak akan terulang kembali antara masyarakat dan pihak perusahaan, karena menurutnya salah satu bentuk CSR PT. Kwala Gunung, adalah juga memperbolehkan agar lembu-lembu masyarakat dapat di angon di lahan Perkebunan.

“Kita juga tidak alergi investor, karena mau bagaimanapun Karyawan PT. KG ini adalah masyarakat kita juga. Jadi kedepannya saya berharap jangan ada lagi konflik antara perusahaan dengan masyarakat,” pintanya.

Selain itu Anggota DPRD ini, bersama Camat dan Kapolsek Lima Puluh hari ini telah menemukan solusi dan kesepakatan dari permasalahan yang terjadi antara PT. Kwala Gunung dengan Warga Desa Empat Negeri.

“Alhamdulillah rapat kecil ini tidak sia-sia. Beginilah seharusnya kita dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Saya berharap PT. Kwala Gunung juga bisa berdampinganlah dengan masyarakat sekitar.” jelas Citra Mulyadi Bangun

Senada diungkapkan Kapolsek Lima Puluh AKP Rusdi, SH, MM juga berharap agar kesepakatan tersebut dapat dijalankan.

“Saya berharap kedua belah pihak komitmen dengan kesepakatan ini. Jadi jangan ada lagi penghadangan-pengahadangan seperti tadi,”pinta Kapolsek. (firs)



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.