ADVERTORIAL

ABK Indonesia Dipukuli dan Dikurung Dalam freezer di Kapal Ikan Asal Cina

BOGOR, akses.co – Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia mengalami penyiksaan di kapal ikan FV Lurong Yuan Yu, asal China. Niat Tedy Aris Setiawan (23) ABK asal Indonesia itu bahkan dipukuli hingga dimasukan freezer di Kapal Ikan.

Hal itu diungkapkan ibu Tedy, Ratna Sari (48) yang mendengar anaknya menceritakan penyiksaan tragis itu sambil menangis dialaminya video call.

“Dia cerita penyiksaan terus, sampai dimasukan ke freezer, sampe ditendang pakai sepatu safety yang tebel itu, dipukul sama helm proyek,” ungkap ibu Tedy, Ratnasari (48) ditemui di rumahnya di Kampung Cibodas RT 02/08, Desa Bojong Rangkas Kecamatan Ciampea, Bogor, Senin (15/6).

Kepada Ibunya, Tedy mengungkapkan keinginannya untuk pulang, namun melihat kondisinya sekarang sulit diwujudkan mengingat sedang berada di tengah laut. Mendengar apa yang dikatakan Teddy, Ratnasari pun menangis dan membayangkan apa yang diceritakan. Ia berinisiatif melaporkan kejadian ini ke perusahaan yang menyalurkan ABK.

“Saya bilang itu kalau itu anak saya dimasukin ke freezer, jangankan selama dua jam ya. Kita buka kulkas sebentar aja dingin banget, apalagi itu freezer buat pendingin ikan yang ribuan ikan itu. Sudah gitu kan tempat freezernya kan bukan kaya biasa, mungkin besar. Berapa puluh orang juga masuk ke situ. Tetap aja dimasukin freezer sama si ABK China itu,” lirih Ratna.

Menurut pengakuan Tedy, penyiksaan itu bukan disebabkan karena kesalahan yang diperbuat ABK asal Indonesia. Bahkan, Apapun yang dikerjakan oleh ABK selalu salah di mata para awak Kapal China tersebut.

“Alasannya anak ibu bilang, pekerjaan sebagus apapun, sebenar apapun, salah terus, enggak ada benernya. Dia cerita, Ade (panggilan Tedy) kerja juga mah, kerja juga sudah bener-bener, tapi ini sama bangsa China disalahin terus,” kata Ratna.

Mengetahui apa yang dialami anak kedua dari lima bersaudara itu, Ratna langsung mengutuk perbuatan perusahaan ikan dan langsung melaporkannya ke perusahaan yang menyalurkan Tedy, PT. Rafa Samudera Bahari.

“Dasar China Biadab, dasar ┬ábenalu. Kesel saya saking keselnya. Ya Allah bener-bener China mah sudah pelitnya minta ampun, semua yang ada di kapal itu China,” kata Ratna. (ggs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker